Kritik Atas "Nalar Melayu": Telaah Atas Tradisi Intelektual Islam Indonesia dan Problem Rasionalitas

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Ahmad Baso

Abstract

Di Indonesia, ilmu-ilmu burhani (rasional-demontratif) tidak berkembang sebagaimana di belahan dunia Islam yang lain. Tradisi pemikiran Islam yang hidup subur adalah ilmu-ilmu bayani (fikih) dan irfani (tasawuf). Hal ini berakibat antara lain mandeknya pemikiran filosofis, spekulatif, dan sains. Tulisan ini hendak mencoba membahas lebih serius proses terbentuknya tradisi intelektual Islam di Indonesia—yang oleh penulis diistilahkan sebagai "nalar melayu", sembari memberikan tawaran-tawaran kreatif bagi pemecahannya.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Baso, A. (2024). Kritik Atas "Nalar Melayu": Telaah Atas Tradisi Intelektual Islam Indonesia dan Problem Rasionalitas. Tashwirul Afkar, 2, 70-77. Retrieved from https://tashwirulafkar.or.id/index.php/afkar/article/view/617


Section
Articles