Digitalisasi dan Transformasi Organisasi Nahdlatul Ulama: Menjaga Tradisi, Memperkuat Tata Kelola, dan Merespon Perubahan Sosial di Era Digital
##plugins.themes.bootstrap3.article.main##
Abstract
Transformasi digital telah menjadi bagian penting dari perubahan sosial global yang turut memengaruhi organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama (NU). Artikel ini membahas digitalisasi dan transformasi organisasi NU sebagai proses adaptasi kelembagaan dan kultural di tengah perkembangan teknologi digital serta perubahan perilaku masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang semakin terkoneksi dengan internet dan media sosial. Dengan basis sosial yang sangat besar dan jaringan kultural yang kuat, NU menghadapi tantangan untuk menjaga tradisi keagamaan sekaligus merespons tuntutan transparansi, profesionalisme, dan kecepatan informasi di era digital. Kajian ini menunjukkan bahwa digitalisasi NU tidak sekadar berkaitan dengan adopsi teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan tata kelola, pola komunikasi, serta relasi organisasi dengan jamaah. Implementasi platform Digdaya Persuratan sebagai bagian dari ekosistem Digdaya NU menjadi contoh transformasi tata kelola organisasi menuju sistem administrasi yang lebih terintegrasi, terdokumentasi, dan akuntabel. Selain itu, pengembangan platform digital dan dakwah digital memperlihatkan upaya NU untuk tetap relevan di ruang publik digital yang semakin kompetitif. Temuan artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital NU tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, melainkan oleh kemampuan organisasi dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat nilai-nilai Aswaja, memperluas pelayanan sosial-keagamaan, serta menjaga kedekatan dengan masyarakat. Digitalisasi juga mendorong NU bergerak dari sekadar organisasi keagamaan menuju ekosistem sosial yang menyediakan layanan, pengetahuan, dan pemberdayaan berbasis digital bagi jamaah di seluruh Indonesia.
##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Cao, G., Duan, Y., & Edwards, J. S. (2025). Organizational culture, digital transformation, and product innovation. Information & Management, 62(4), 104135. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.im.2025.104135
Evolvi, G. (2022). Religion and the internet: digital religion, (hyper)mediated spaces, and materiality. Zeitschrift Fur Religion, Gesellschaft Und Politik, 6(1), 9–25. https://doi.org/10.1007/s41682-021-00087-9
Harnadi, D., Siahaan, H., Hilmy, M., Airlangga, U., Sciences, P., & Airlangga, U. (2021). Pesantren and the preservation of traditional religious authority in the digital age. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 34(3), 272–280. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/mkp.V34I32021.272-280
Hinduan, Z. R., Anggraeni, A., & Agia, M. I. (2020). Generation Z in Indonesia: The Self-Driven Digital. In E. Gentina & E. Parry (Eds.), The New Generation Z in Asia: Dynamics, Differences, Digitalisation (p. 0). Emerald Publishing Limited. https://doi.org/10.1108/978-1-80043-220-820201012
Jiang, L., Li, B., & Zhang, M. (2025). Technological Forecasting & Social Change The impact of digital transformation on the efficiency of corporate resource allocation : Internal mechanisms and external environment. Technological Forecasting & Social Change, 215(October 2024), 124107. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2025.124107
Khamis, S. (2024). The Paradoxes of Modern Islamic Discourses and Socio-Religious Transformation in the Digital Age. Religions, 15(2), 207.
Ki, E., Ertem-eray, T., & Hayden, G. (2024). The evolution of digital public relations research. Public Relations Review, 50(5), 102505. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2024.102505
Lohlker, R., & Wahid, S. H. (2026). The Transformation of Islamic Religious Authority. Religions, 17(4), 1–22.
Melanie Pfaff, Y., Judith Wohlleber, A., Münch, C., Küffner, C., & Hartmann, E. (2023). How digital transformation impacts organizational culture – A multi-hierarchical perspective on the manufacturing sector. Computers & Industrial Engineering, 183, 109432. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.cie.2023.109432
Omojokun Gabriel Aju, M. K. (2026). The Persuasiveness of Digital Transformation in the Global Competitive Economies : The Gains , The Pains and The Balancing Strategy. I.J. Information Engineering and Electronic Business, 18(1), 71–91. https://doi.org/10.5815/ijieeb.2026.01.05
Pribadi, Y. (2014). RELIGIOUS NETWORKS IN MADURA Pesantren , Nahdlatul Ulama and Kiai as the Core of Santri. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 51(1), 1–32. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/ajis.2013.511.1-32
Rohayati, Y. (2024). Digital Transformation for Era Society 5 . 0 and Resilience : Urgent Issues from Indonesia. Societies, 14(12), 1–16.
Wahid, S. H. (2024). Exploring the intersection of Islam and digital technology: A bibliometric analysis. Social Sciences & Humanities Open, 10(August), 101085. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.101085
Yang, C., Gu, M., & Albitar, K. (2024). Technological Forecasting & Social Change Government in the digital age : Exploring the impact of digital transformation on governmental efficiency. Technological Forecasting & Social Change, 208(August), 123722. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2024.123722